Kemitraan SMI dan Allied Telesis Dukung Industri Komunikasi

JAKARTA, investor.id – PT. Synnex Metrodata Indonesia (SMI) – sebagai salah satu entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk yang fokus dibidang bisnis distribusi digital – menjalin kemitraan dengan Allied Telesis untuk melayani kebutuhan industri komunikasi jaringan di pasar Indonesia.

Dalam kemitraan tersebut Allied Telesis menawarkan solusi strategi yang berfokus pada jaringan dan keamanan. Allied Telesis juga menyediakan pertahanan dan akses nirkabel dengan kerangka Manajemen Otonom/AMF-Security untuk merespons berbagai bentuk ancaman dengan cepat. Selain keamanan siber, Allied Telesis pun menyediakan solusi Wi-Fi yang stabil dan mulus berbasis AI.

Baca Juga: Pengamat Sebut Tiga Faktor yang Berpengaruh pada Perluasan Akses Telekomunikasi di Daerah 3 T

Di pasar Indonesia, belanja atau pengeluaran Teknologi Informasi (TI) diperkirakan mengalami pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik dalam beberapa tahun ke depan. Pendapatan di pasar layanan TI mencapai US$ 3,60 miliar pada 2022 dan diharapkan pertumbuhan tahunan (CAGR 2022-2027) sebesar 11,86%, menghasilkan volume pasar US$6,31 miliar pada 2027.

Didorong oleh permintaan pasar, Allied Telesis melanjutkan ekspansi globalnya ke pasar Asia dengan membangun pabrik di Indonesia, Singapura dan Tiongkok sebagai bukti komitmen bisnis. Sebagai informasi, Allied Telesis berada di posisi dua teratas sebagai perusahaan penyedia mengalihkan di Jepang dan berfokus pada industri kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan manufaktur.

Baca Juga: Metrodata (MTDL) Bagi-bagi Dividen Rp 10,5 per Saham, Ini Tanggal Mainnya!

Di sampaikan dalam keterangan tertulis bahwa SMI bakal memperkenalkan solusi Allied Telesis guna memenuhi kebutuhan industri manufaktur – untuk menjalankan lingkungan pabrik yang lebih cerdas. Juga kebutuhan pemerintah – untuk menavigasi tantangan dan penerapan IoT yang memberikan kinerja dan investasi. Kemudian kebutuhan pendidikan – menggunakan teknologi untuk menambah nilai dan meningkatkan pengalaman pendidikan dan kesehatan – sebgai solusi digital dari UGD ke Ruang Operasi untuk memperkuat fungsi operasional bisnis.

“Kemitraan ini akan semakin mempertegas strategi SMI untuk menjadi yang terdepan dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Kemitraan ini akan menjembatani dan teknologi Allied Telesis ke pasar, bersama-sama kami akan membantu memecahkan masalah bisnis kritis di bidang jaringan, keamanan, dan berbagai bisnis,” ungkap Direktur PT Synnex Metrodata Indonesia Lie Heng.

Baca Juga: Bertemu GoTo, Mendag Minta Platform Lokapasar Bantu Digitalisasi Pedagang

Kemitraan antara SMI dan Allied Telesis memperkenalkan teknologi Allied Telesis seperti Sakelar Ethernet (Inti/Distribusi/Akses), Sakelar Industri, Titik Akses Nirkabel, Pengontrol SDN, Pemantauan Jaringan Terpadu dan Platform Operasi. Selanjutnya, teknologi-teknologi tersebut akan didukung oleh Manajer Pengembangan Bisnis dan dua Rekayasa bersertifikat guna memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan dan tepat waktu.

“Sejalan dengan visi dan strategi Allied Telesis, babak baru dalam kemitraan kami dengan SMI ini merupakan penegasan strategi kami dalam menanggapi berbagai tantangan bisnis. Indonesia adalah pasar yang strategi dan kami akan fokus layanan kami untuk pasar manufaktur, pemerintah, pendidikan dan kesehatan. Dengan pembangunan infrastruktur TI sebagai prioritas utama untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kami optimis bahwa solusi kami akan memberdayakan industri TI terutama dalam industri komunikasi jaringan di Indonesia,” demikian penjelasan Direktur Regional Asean Selatan Telesis Sekutu, Benjamin Teh.

Baca Juga: Perkuat Jaringan, Binawan Kerja Sama dengan AOTS Jepang

Allied Telesis juga akan menjaga pentingnya menjaga lingkungan secara global dan mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati. Perusahaan secara kreatif memanfaatkan teknologi untuk kemajuan sosial yang berkelanjutan dan untuk melindungi lingkungan. Allied Telesis pun berkomitmen untuk mewariskan lingkungan global yang sehat kepada generasi berikutnya.

Editor : Selamat Amanda Amalia ([email protected])